Pasien Meninggal Bertambah

Pasien terduga flu burung di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, LT (44)—bukan nama sebenarnya—meninggal dunia Jumat (5/10) pagi. LT meninggal setelah sebelumnya mengalami sesak napas berkepanjangan yang berujung pada gagal napas.

Dr Azizman Saad, Ketua Tim Penanggulangan Penyakit Flu Burung RSUD Arifin Achmad, yang dihubungi kemarin, mengatakan, berdasar ciri-ciri patologis sebelumnya, LT sangat berpotensi terjangkit flu burung. Dari uji klinis dan pengamatan rontgen, banyak bercak putih di paru-parunya.

“Meski demikian, kami masih menunggu hasil uji Laboratorium Balitbangkes di Jakarta untuk memastikan,” ujar Azizman.

Dia mengatakan, LT terlambat ditangani tim dokter RSUD Arifin Achmad. Pasien dari Kompleks Perumahan PT Chevron Pasific Indonesia Rumbai itu sudah dirawat di RS Awal Bros, Pekanbaru, selama beberapa hari.

Karena panas tubuhnya tidak kunjung turun dan gejalanya semakin menunjukkan penyakit flu burung, dia dirujuk ke RSUD Pekanbaru.

Saat uji klinis dilakukan, leukositnya 2.230 (normal 4.000- 10.000) dan trombosit 90.000 ($>150.000) serta panas tubuh 38,5 derajat Celsius (36,8 °C).

Napasnya 40 kali per menit dan denyut nadi 110 kali per menit. Pada Kamis (4/10) malam, dia dipasangi alat bantu pernapasan. Namun, menjelang pagi LT semakin sesak bernapas dan tidak tertolong lagi.

Setelah LT meninggal, kemarin, tim dokter RSUD Arifin Achmad mengambil sampel apus hidung dan tenggorokan untuk uji laboratorium di Jakarta. “Kami sudah mengirimkan sampel itu ke Jakarta,” kata Azizman.

Saat ini, RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tengah menangani satu pasien flu burung, yakni Resti Stevani (5), warga Pasir Putih, Siak Hulu, Kampar, yang masuk Kamis kemarin.

Resti sebelumnya sempat menjalani perawatan di RS Santa Maria Pekanbaru, namun karena suhu tubuhnya tidak kunjung turun, dia langsung dirujuk ke RSUD Pekanbaru.

Jumat kemarin, kondisi Resti sudah membaik. Suhu tubuhnya yang sebelumnya mencapai 39 derajat Celsius sudah menurun sampai 37 °C.

“Demamnya sudah turun dan semoga kondisinya semakin membaik,” kata Azizman.

Termasuk LT, kini sudah empat korban yang meninggal terkait flu burung di Pekanbaru.

Tiga di antaranya sudah pasti terjangkit sementara status LT masih menunggu hasil laboratorium. Kasus flu burung terakhir menyebabkan kematian Gerhat Saragih (33) pada 6 September 2007. (SAH) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: