Bagaimana dengan bom bunuh diri yang dilakukan para teroris? Sangat mungkin itu adalah perilaku bunuh diri murni yang dibungkus dalih agama. Banyak kaum radikal yang ternyata mengalami kehidupan depresif sebelumnya. Hal itu diungkap seorang pembicara dari Pakistan dalam kongres dunia tentang prevensi bunuh diri di Irlandia awal September lalu. Audiensi terenyak.
Pernyataan itu mengingatkan, masalah terorisme tidak bisa hanya diselesaikan lewat pendekatan keamanan dan keagamaan. Konyol rasanya bila kita masih menafikan pendekatan multifaktorial sebagai acuan aneka persoalan di negeri ini. Kesehatan mental, salah satunya, sering tak dilihat sebagai faktor yang mendesak diselesaikan. Padahal berbagai masalah yang menyiratkan menurunnya kualitas hidup sering mengalir dari pusaran ini. Baca entri selengkapnya »